NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah jajaran Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman serta Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) Satyawan Pudyatmoko ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Pemanggilan para pejabat tersebut untuk mengikuti rapat terbatas yang akan membahas mengenai perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia.

Dudung saat tiba di Istana Kepresidenan sekitar pukul 14.00 WIB mengatakan dirinya akan melaporkan hasil rapat bersama sejumlah kementerian kepada Presiden Prabowo, sekaligus menerima arahan lebih lanjut terkait penanganan karhutla.

"Hasil rapat saya tadi dengan kementerian, saya akan laporkan kepada Pak Presiden. Tentunya hari ini mau ada petunjuk-petunjuk lebih lanjut dari Bapak Presiden mengenai karhutla," katanya.

Dudung mengatakan laporan yang disampaikan berisi perkembangan terkini mengenai karhutla.

Namun, ia belum menyampaikan data terbaru, termasuk mengenai jumlah titik panas (hotspot) maupun status penetapan bencana nasional.

"Belum, belum, tunggu sepulang dari sini saya sampaikan," ucapnya.

Kepala BPGMN Satyawan membenarkan bahwa kedatangannya berkaitan dengan rapat mengenai karhutla, namun belum memerinci hal-hal yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.

"Ya itu rapat karhutla ya. (Pembahasannya) nanti saya sampaikan," ucapnya.

Selain Dudung dan Kepala BPGMN, sejumlah pejabat lain yang terlihat tiba di Istana Kepresidenan, antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Listyo Sigit Prabowo.

Sebelumnya, pada hari ini, Dudung juga telah memanggil beberapa menteri untuk membahas perkembangan penanganan karhutla di kantornya, di antaranya Menteri Luar Negeri, Menteri Transmigrasi, Kepala Bakom, Kepala BRIN, Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Kepala Badan Cadangan Nasional, dan beberapa pejabat lain.

Dalam rapat tersebut dibahas tentang perkembangan penanganan karhutla serta ragam isu politik yang sedang berkembang saat ini.

Kendati demikian, Dudung tidak menjelaskan secara rinci apa saja yang dibahas dalam rapat tersebut.