Saat lagu itu dibuat, menurut Prabowo, konsep mengenai negara Indonesia bahkan belum terbentuk secara jelas. Namun, para pemimpin dan tokoh religius kala itu telah berani menyuarakan semangat kebangsaan melalui sebuah lagu.
"Pada waktu itu kita juga belum tahu negara yang diproklamasikan bentuknya bagaimana, namanya saja belum begitu jelas, tapi pemimpin-pemimpin religius berani membuat lagu yang demikian patriotik dan demikian nasionalis, belasan tahun sebelum proklamasi kemerdekaan sudah ada lagu ini," ujarnya.
"'Pusaka hati wahai tanah airku, cintamu dalam imanku... Jangan halangkan nasibmu, bangkitlah hai bangsaku!'," Prabowo mengutip lirik lagu tersebut.