Bagi Prabowo, pesan tersebut menunjukkan bahwa cita-cita para pendiri NU sejak awal tidak hanya berkaitan dengan kehidupan keagamaan, tetapi juga kebangkitan bangsa Indonesia.

Ia menilai seruan untuk bangkit dalam lagu tersebut mengandung gagasan agar Indonesia mampu berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

"Jadi cita-cita, cita-cita pendiri NU adalah agar bangsa Indonesia bangkit, agar bangsa Indonesia setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia ini. Agar bangsa Indonesia kalau bangkit artinya bangsa Indonesia itu terhormat. Bangsa yang terhormat adalah bangsa yang adil dan makmur. Tidak ada bangsa yang dihormati kalau dia tidak makmur. Dan tidak ada kemakmuran tanpa keadilan," ujarnya.