NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintah telah menerima hasil penyelamatan keuangan dan aset negara mencapai Rp 52 triliun atau sekitar US$ 3 miliar dalam dua tahun terakhir.
Hal tersebut dia ungkap dalam acara penyerahan hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VIII di Kejaksaan Agung, Jakarta.
"Acara seperti ini sudah ke yang 8 kali dan total uang tunai yang diserahkan kurang lebih sudah Rp 52 triliun atau sekitar US$ 3 miliar dolar yang kita selamatkan dalam dua tahun," ujar Prabowo.
Ia pun berterima kasih kepada Satgas PKH yang telah bekerja keras selama ini. Prabowo menyampaikan bahwa tugas yang dilakukan Satgas PKH tidak mudah karena selalu mendapatkan perlawanan dari berbagai pihak.
Prabowo menyebutkan perlawanan tersebut berasal dari pihak yang menikmati korupsi, pihak yang menikmati kecurangan-kecurangan, pihak yang menikmati pencurian dan perampokan kekayaan negara.
"Saya ucapkan terima kasih atas kerja keras satgas PKH. Saya Mengerti dan paham bahwa tantangan yang kalian hadapi tidak ringan. Tiap kali ada pemerintah Indonesia mau menertibkan diri. Tiap kali ada unsur-unsur pimpinan bangsa Indonesia yang ingin melawan korupsi, tiap kali ada unsur-unsur kepemimpinan di bangsa ini yang ingin melawan penyelundupan, melawan penyebaran narkotika, melawan penipuan, melawan perampokan kekayaan negara. Tiap kali kita menghadapi perlawanan yang tidak ringan," katanya.