NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto menyoroti perubahan kondisi global yang membuat instrumen ekonomi digunakan sebagai senjata. Ia mencontohkan mata uang, perdagangan ekspor-impor, hingga komoditas pangan yang kini menjadi senjata.

Ia menilai keadaan global saat ini penuh dengan kerawanan sehingga persoalan politik dan ekonomi tidak bisa dipisahkan. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangannya untuk merangkul berbagai kekuatan dalam menghadapi tantangan global.

"Sekarang mata uang jadi senjata. Sekarang ekspor-impor jadi senjata. Sekarang pangan menjadi senjata. Beras menjadi senjata. Jadi, bisnis tidak bisa kita pandang hanya murni bisnis," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (21/10/2026).