Ia mencontohkan misalnya di kasus kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia belakangan.

Prabowo menyebut ada negara yang mengolok-olok Indonesia buntut karhutla tersebut.

Padahal, perusahaan-perusahaan negara tersebut yang menjadi biang kerok karhutla itu turut beroperasi dan disebut menjadi biang kerok karhutla.

"Kebakaran hutan ternyata ada indikasi-indikasi banyak perusahaan asing yang ikut harus tanggung jawab, dikasih konsesi, sudah belasan tahun, ada yang melanggar tiga sampai empat kali melanggar, ada yang belasan kali, 19 kali melanggar," ucap dia.

Namun, Prabowo masih enggan menyebut rinci negara yang ia maksud itu. Ia hanya mengatakan pada waktunya nanti akan mengumumkan perusahaan yang ia maksud dalam pernyataannya itu.