"Kami dari Kemendiktisaintek lebih kepada arah hasil-hasil riset, hasil-hasil kajian yang ada di kampus itu bisa digunakan, dimanfaatkan oleh pemerintah, lembaga, kementerian untuk penanganan kebakaran gambut ataupun ke depannya untuk melakukan pengelolaan sehingga gambut bisa dicegah kebakaran," kata Brian Yuliarto.
Sejumlah pakar yang berdiskusi mengenai gambut hari ini bersama Presiden, di antaranya Bagus Muljadi (Nottingham University), Azwar Maas (UGM), Zakaria Amsari (Universiras Tanjungpura), Haris Gunawan (UNRI), Darmae Nasir (Universitas Palangka Raya), Henrik Segah (Universitas Palangka Raya), dan Yulianto S Nugroho (UI).
Kemudian, ada pula Asmari Saad (Universitas Jambi), Puji Lestari (ITB), Indratmo Soekarno (ITB), Made Hesti Lestari (BRIN), Ahmad Kurnain (Universitas Lambung Mangkurat), Bambang Kun Cahyono (UGM), Sigit Sutikno (UNRI), Ati Dwi Nurhayati (IPB), Muhammad Agung Santoso (UI), dan Elham Sumarga (ITB).
Dari jajaran kementerian dan pimpinan lembaga, ada Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BRIN Arif Satria, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani.