NADIKABAR.COM — Perekonomian nasional kembali menghadapi dinamika eksternal yang menuntut kecermatan. Kombinasi pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak mentah dunia memberikan tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Perubahan kondisi pasar global yang melampaui asumsi makroekonomi dalam APBN berpotensi menyebabkan defisit anggaran mendekati, bahkan melewati ambang batas 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Situasi tersebut perlu disikapi melalui kebijakan yang adaptif, terukur, dan berpandangan jauh ke depan.

Alih-alih hanya berfokus pada besarnya tekanan fiskal, pemerintah memiliki ruang untuk mengoptimalkan fungsi anggaran sebagai instrumen penjaga stabilitas ekonomi sekaligus pelindung kesejahteraan masyarakat.