NADIKABAR.COM — Prajurit TNI bersama Angkatan Pertahanan Australia atau Australian Defence Force (ADF) latihan bertahan hidup di alam liar (survival training) di Pusat Latuhan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Jumat.
Dalam keterangan tertulisnya, latihan bertahan hidup di alam liar antara Tentara Nasional Indonesia bersama Angkatan Pertahanan Australia itu merupakan rangkaian dari Latihan Gabungan Bersama Keris Woomera yang dilaksanakan mulai tanggal 10-20 Oktober 2026.
Latihan survival training dua militer Indonesia dan Australia ini bertujuan mengasah kemampuan bertahan hidup di alam terbuka, khususnya saat menghadapi keterbatasan logistik dan medan yang menantang selama operasi militer.
Prajurit kedua negara itu mempelajari cara mengenali tumbuhan, dedaunan dan satwa yang dapat dijadikan sumber makanan, dan mereka juga belajar membedakan dari yang berbahaya atau tidak layak dikonsumsi.
Pengetahuan ini menjadi bekal penting agar prajurit mampu mengambil keputusan tepat dan menghindari risiko keracunan maupun bahaya satwa liar ketika jauh dari dukungan logistik.
Latihan bertahan hidup di alam liar menjadi momentum bagi TNI dan ADF untuk saling bertukar pengetahuan dalam menghadapi situasi darurat di medan operasi.
Kegiatan ini menegaskan komitmen TNI meningkatkan ketahanan fisik, mental dan profesionalisme prajurit, sekaligus menjadi wujud diplomasi militer Indonesia dalam mempererat kerja sama pertahanan dengan Australia.