Dia menuturkan dugaan penyebab kebakaran yang paling dominan, yaitu korsleting listrik.

Kemudian, dugaan penyebab yang kedua, yakni pembakaran sampah, dan juga beberapa penyebab lainnya akibat keteledoran warga membuang puntung rokok dan sebagainya.

Lebih lanjut, Pramono mengatakan kondisi musim kemarau dengan cuaca yang semakin panas juga dapat meningkatkan risiko kebakaran dan kekeringan.

Oleh sebab itu, dia meminta agar jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiaga untuk menghadapi segala kejadian yang tidak diinginkan dalam menghadapi musim kemarau.