NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan sebanyak 34 kasus kebakaran sepanjang September 2026 di Jakarta berhasil dicegah berkat koordinasi yang baik antara pemadam kebakaran (damkar) dan masyarakat.
“Berkat komunikasi yang baik dan tindakan preventif, sebenarnya hampir ada, kalau enggak salah, 34 kebakaran di Jakarta yang berhasil kita cegah,” kata Pramono di kawasan Jakarta Pusat, Selasa.
Menurut dia, pencegahan itu dapat dilakukan berkat koordinasi yang berjalan baik antara petugas pemadam kebakaran dan masyarakat.
“Karena apa? Begitu di awal, masyarakat sudah memberitahu kepada dinas kebakaran dan juga masyarakat secara gotong royong melakukan pencegahan itu, terutama di daerah-daerah padat, seperti yang saya sebutkan, yaitu Tambora, Cakung, dan sebagainya,” tutur Pramono.
Pria yang akrab disapa Pram itu pun menilai Jakarta dalam hal penanggulangan bencana, terutama kebakaran, sudah berjalan dengan baik. Terlebih, saat ini program satu RT, satu alat pemadam api ringan (APAR), sudah berjalan di ibu kota.
Dia menyebutkan program itulah yang membuat kejadian kebakaran di Jakarta dapat tertangani.
“Bahkan kegiatan APAR yang dimiliki per RW kan sudah jalan di Jakarta, walaupun saya harus melakukan pengecekan lagi apakah alatnya itu masih berfungsi dengan baik atau tidak,” ungkap Pramono.
Sebelumnya, dia mengungkapkan sebanyak 457 kejadian kebakaran terjadi di ibu kota pada Juli hingga Agustus 2026.
“Berdasarkan hasil laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, pada bulan Juli sampai dengan Agustus, di Jakarta terjadi kebakaran 457 kejadian kebakaran, dengan kejadian terakhir di bulan Agustus ini kurang lebih 240,” ungkap Pramono saat menjadi pembina Apel Jaga Jakarta dalam rangka Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kemarau di Monas.
Dia menuturkan dugaan penyebab kebakaran yang paling dominan, yaitu korsleting listrik.
Kemudian, dugaan penyebab yang kedua, yakni pembakaran sampah, dan juga beberapa penyebab lainnya akibat keteledoran warga membuang puntung rokok dan sebagainya.
Lebih lanjut, Pramono mengatakan kondisi musim kemarau dengan cuaca yang semakin panas juga dapat meningkatkan risiko kebakaran dan kekeringan.
Oleh sebab itu, dia meminta agar jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiaga untuk menghadapi segala kejadian yang tidak diinginkan dalam menghadapi musim kemarau.