NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memberikan apresiasi kepada 10 lurah yang menjadi finalis Benyamin Sueb Award (BSA) 2026 untuk belajar ke luar negeri.
Hal itu dilakukan agar para lurah bisa memiliki kesempatan untuk memperluas wawasan dan mempelajari pengelolaan wilayah di negara lain.
"Saya sudah memutuskan, kepada 10 finalis, mereka kita berikan kesempatan untuk melihat dunia," kata Pramono dalam acara Benyamin Sueb Award 2026 di Grand Ballroom Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Jumat.
Adapun negara-negara yang dapat dikunjungi para finalis seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, hingga China.
Menurut dia, kesempatan tersebut penting agar para lurah tidak hanya terpaku pada kondisi wilayah yang mereka pimpin saat ini. Dia ingin mereka bisa melihat dan membandingkan pengelolaan wilayah di negara lain yang dinilai memiliki manajemen lebih baik.
"Intinya, supaya wawasannya itu tidak jago kandang. Karena salah satu hal yang selalu menjadi masalah adalah kalau wawasannya sudah merasa paling benar, padahal itu adalah dalam levelnya dia," ujarnya.
Pramono juga meminta para lurah mulai mempersiapkan diri, termasuk mempelajari bahasa Inggris sebagai bekal selama melakukan kunjungan ke luar negeri.
Ia menegaskan, kesempatan tersebut tidak hanya diberikan kepada tiga kelurahan yang keluar sebagai pemenang, tetapi juga 10 finalis Benyamin Sueb Award 2026.
Namun, dia belum menjelaskan detail tentang program belajarnya dan berapa lama mereka berada di luar negeri.
Terkait anggaran keberangkatan para lurah tersebut, Pramono memastikan akan dilakukan secara transparan. "Berapa pun anggaran nanti yang dialokasikan, pasti transparan. Karena itu memang kewenangannya ada di Biro Kerja Sama," ujar Pramono.
Benyamin Sueb Award merupakan kompetisi yang digelar Pemprov DKI Jakarta untuk mendorong kelurahan melakukan pembenahan di wilayah masing-masing.
Pada penyelenggaraan tahun ini, jumlah kelurahan yang mengikuti kompetisi meningkat menjadi 52 kelurahan dari sebelumnya 27 kelurahan pada tahun lalu.
Meski demikian, jumlah tersebut masih jauh dari total 267 kelurahan yang ada di Jakarta. Karena itu, Pramono menargetkan seluruh kelurahan di Jakarta mengikuti Benyamin Sueb Award pada tahun depan.