"Tentunya saya menginginkan masyarakat Jakarta, apalagi ini tidak jauh dari pusat keramaian Jakarta, Bundaran HI, Balai Kota, Istana, maka kami melakukan perbaikan kawasan secara menyeluruh," ungkapnya.
Pramono mengatakan pembenahan kawasan tersebut akan melibatkan sejumlah perangkat daerah. Dua pihak yang akan bertanggung jawab dalam pembenahan itu adalah Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan dinas terkait, terutama Dinas Sosial.
Adapun pembiayaan penataan kawasan akan berasal dari beberapa sumber. Pemprov DKI akan menggunakan APBD serta menggandeng pihak swasta melalui dana CSR.
"Maka anggaran yang akan dilakukan adalah yang pertama tentunya dari APBD, yang kedua kita akan menggunakan dana-dana dari CSR dan juga SLF KLB untuk melakukan pembangunan di tempat itu," jelasnya.
Pramono mengatakan besaran anggaran untuk penataan kawasan tersebut sebenarnya sudah tersedia. Namun dia belum mau mengungkapkan nominalnya kepada publik.
"Angkanya sebenarnya sudah keluar, tapi saya belum bisa menyampaikan kepada publik," ujarnya.