Pramono juga mengumumkan rencana pemberian fasilitas transportasi publik gratis bagi pencari kerja mulai 1 Januari 2027. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari perluasan kelompok masyarakat yang berhak menggunakan transportasi publik gratis di Jakarta, dari sebelumnya 15 menjadi 21 golongan.

"Kami sudah memutuskan mulai 1 Januari dari 15 menjadi 21 golongan yang dibebaskan naik transportasi publik di Jakarta, termasuk di dalamnya adalah pencari kerja yang nanti diberikan kartu khusus," jelasnya.

Pemprov DKI juga menyiapkan pelatihan bahasa asing gratis bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri. Program tersebut menyasar calon pekerja yang berminat mencari peluang kerja di sejumlah negara, antara lain Jepang, Taiwan, Hong Kong, dan Jerman.

Pelatihan akan didukung fasilitas Mobile Training Unit (MTU) milik Pemprov DKI Jakarta. Pramono menilai kemampuan bahasa menjadi salah satu tantangan bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri.

"Problem utamanya adalah bahasa, maka untuk itu saya sudah minta kepada Kepala Dinas Ketenagakerjaan Jakarta, Pemerintah Jakarta akan memberikan pelatihan bahasa gratis kepada saudara-saudara yang berkeinginan untuk bekerja di luar negeri," tegas Pramono.

Menurut Pramono, pembukaan akses pekerjaan perlu dibarengi dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri. Upaya tersebut dilakukan di tengah pertumbuhan ekonomi Jakarta yang mencapai 5,52 persen pada kuartal II 2026, dengan kontribusi terhadap perekonomian nasional sekitar 16,32 persen.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Syaripudin mengatakan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jakarta menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data yang disampaikan, angka pengangguran turun dari 6,21 persen pada akhir 2024 menjadi 5,79 persen pada Mei 2026.