Pramono juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan transparansi pemerintah untuk mencegah munculnya informasi yang bias. Dia mencontohkan kebiasaannya yang tidak pernah bersedia melakukan wawancara secara off the record.
Menurutnya, informasi yang disampaikan secara terbuka dapat meminimalkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Dia juga menyebut Pemprov DKI secara rutin menyampaikan laporan APBD kepada publik setiap semester.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik DKI Jakarta Marulina Dewi mengatakan program Duta Antihoaks Jakarta 2026 diikuti 356 pelajar yang mendaftar sejak Juli 2026. Para peserta berasal dari 110 SMA di Jakarta.
"Pesertanya 356 dari 110 SMA yang ada di Jakarta," kata Marulina.
Marulina menjelaskan proses seleksi dilakukan selama empat bulan. Dari ratusan peserta tersebut, sebanyak 50 pelajar terpilih mengikuti pelatihan atau in-house training. Seleksi kemudian dilanjutkan hingga menyisakan 10 finalis.