Selain itu, MRT Jakarta memajukan jam operasional menjadi pukul 03.00 WIB untuk memudahkan peserta menuju lokasi lomba sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar GBK.

Dari sisi kesehatan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyiagakan layanan di 31 rumah sakit umum daerah (RSUD), 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu. Dukungan tersebut dilengkapi ambulans dan tenaga medis terlatih di sepanjang rute lomba.

Pemprov DKI Jakarta juga melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan penyemprotan kabut air (water mist) di sejumlah ruas jalan lintasan untuk mendukung kenyamanan pelari.

Pramono mengapresiasi antusiasme warga yang menyambut para peserta di sepanjang rute. Ia menilai interaksi dengan masyarakat menjadi salah satu hal yang membuat pengalaman mengikuti lomba terasa berkesan.

"Sungguh sangat menikmati, karena di sepanjang jalan banyak sekali warga yang meminta foto serta mengucapkan terima kasih," katanya.

Pramono menambahkan, penyelenggaraan JRF 2026 menjadi momentum bagi Jakarta untuk meningkatkan standar pelaksanaan ajang olahraga internasional.