NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan sektor perekonomian kreatif telah menyumbang lebih dari Rp410 triliun ke Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta.

Pramono menyebut ekonomi kreatif ini menjadi motor penggerak utama dalam perekonomian ibu kota.

"Sektor ekonomi kreatif Jakarta menyumbang lebih dari Rp410 triliun rupiah, atau sekitar 11 persen dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah kami. Hal ini membuktikan bahwa kreativitas merupakan motor penggerak utama bagi perekonomian kita," ujar Pramono di acara The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta Pusat, Jumat (23/10).

Ia menyebut salah satu kontribusi tersebut dapat dilihat dari perhelatan acara besar di Jakarta. Contohnya acara musik Pestapora dan konser The Weeknd yang diadakan pada bulan September lalu.

"Kita menggelar [festival] Pestapora dan pada saat yang bersamaan digelar pula konser The Weeknd selama dua hari di Jakarta International Stadium (JIS), yang menghasilkan perputaran ekonomi hampir Rp250 miliar," ujarnya.

Di luar acara musik, Pramono menyebut ada pula acara seperti Jakarta Fair dan Jakarta Great Sale yang memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Jakarta.

"Pekan Raya Jakarta di Kemayoran mencatat nilai transaksi hingga Rp8.2 triliun dan menarik sebanyak 6,1 juta pengunjung. Sementara itu, gelaran Jakarta Great Sale mencatatkan transaksi sebesar Rp26.8 triliun," katanya.

Pramono mengatakan bahwa acara-acara semacam ini mampu mendatangkan pengunjung serta mendukung operasional hotel dan restoran. Tak hanya itu, gelaran acara besar juga mampu mendorong ekonomi dengan adanya penciptaan lapangan kerja serta peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dalam waktu dekat, Jakarta juga akan menjadi tuan rumah bagi sejumlah acara besar, baik di dunia musik maupun olahraga. Acara-acara ini terdiri dari Jakarta Running Festival (JRF), konser Ye atau Kanye West, konser Guns N' Roses, BTS, hingga Westlife.

"Hal ini menandakan bahwa Jakarta kini telah menjadi episentrum perhelatan acara dan kreativitas di Indonesia," kata Pramono.

Maka dari itu, Pramono bertekad untuk menjadikan Jakarta menjadi tuan rumah bagi lebih banyak perhelatan ajang bertaraf internasional. Hal ini diupayakan melalui komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyambut acara-acara berskala besar dan pembuatan kebijakan.

"Saya menyebutnya sebagai "epicentrum of events" (episentrum perhelatan acara). Ketika sektor kreatif mampu menarik orang datang ke Jakarta, kami ingin manfaat ekonominya dapat dirasakan seluas-luasnya oleh masyarakat," kata Pramono.