Selain berfungsi sebagai infrastruktur pengendali air, kedua embung dilengkapi instalasi pengolahan air limbah, jalur joging, taman bermain anak, balai warga, lapangan multifungsi, serta sunken plaza.

Area tersebut dapat digunakan untuk aktivitas masyarakat saat kondisi kering dan berfungsi sebagai tampungan tambahan ketika hujan.

Pramono menegaskan penanganan banjir harus dilakukan melalui langkah pencegahan yang berkelanjutan, bukan hanya saat terjadi hujan atau genangan.

Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus mengembangkan infrastruktur pengendali air, termasuk embung, waduk, dan normalisasi sungai.

"Pemerintah DKI Jakarta dalam hal berkaitan dengan penanganan banjir tidak hanya serta-merta kalau hujan baru dilakukan kegiatannya ataupun penanganannya. Kita lebih pada pencegahan, sehingga saya minta karena sudah bagus dan digunakan secara gratis oleh warga, tetapi saya minta perawatannya betul-betul ditangani secara baik," katanya.