NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut embung memiliki fungsi ganda dalam penanganan banjir di Ibu Kota. Saat musim kemarau, kawasan embung dapat dimanfaatkan sebagai taman dan ruang publik bagi warga dan berfungsi sebagai tempat penampungan air saat hujan.

Hal itu disampaikan Pramono saat meresmikan Embung Batu Bangkong dan Embung Bambu Hitam di Jakarta Timur, Senin (19/10/2026).

"Fungsi utama dari embung ini adalah untuk tempat penampungan air. Jadi bukan kemudian dialirkan, tetapi air itu meresap di sini. Sehingga dengan demikian, namanya menjadi tempat untuk konservasi," kata Pramono.

Pramono menjelaskan kawasan embung dapat dimanfaatkan warga untuk berbagai aktivitas saat musim kemarau. Fasilitas yang tersedia di antaranya taman, balai warga, jogging track, playground, hingga lapangan multifungsi.

Namun, saat musim hujan, kawasan tersebut memang disiapkan untuk menampung air guna mendukung upaya pengendalian banjir.

"Dan kalau musim hujan, tempat ini pasti banjir. Pasti banjir. Sehingga tempat ini berfungsi dua hal, di musim kering seperti sekarang, menjadi tempat taman, balai warga, jogging track, dan sebagainya. Kalau musim banjir, tempat ini pasti banjir," ujarnya.

Pramono mengatakan pembangunan embung menjadi salah satu langkah Pemprov DKI dalam mengantisipasi banjir. Menurutnya, penanganan banjir tidak bisa hanya dilakukan ketika hujan turun, tetapi harus mengutamakan upaya pencegahan.

Karena itu, dia meminta pembangunan embung terus dilanjutkan bersama upaya normalisasi sungai dan pembangunan waduk.

"Intinya adalah Pemerintah Daerah DKI Jakarta dalam hal berkaitan dengan penanganan banjir tidak hanya serta-merta kalau hujan baru dilakukan kegiatannya ataupun penanganannya. Kita lebih pada pencegahan," ungkapnya.

Dia menyebut normalisasi sejumlah sungai, termasuk Ciliwung, Cengkareng Lama, dan Krukut, juga tetap dilanjutkan sebagai bagian dari upaya penanganan banjir jangka panjang. Pramono menjelaskan embung umumnya memiliki luas kurang dari 2 hektare, sedangkan waduk rata-rata memiliki luas sekitar 5 hektare.

Sementara itu, Embung Batu Bangkong yang diresmikan pada hari ini memiliki luas 1,3 hektare dengan kapasitas tampung sekitar 20.300 meter kubik. Adapun Embung Bambu Hitam memiliki luas 2,1 hektare dengan kapasitas tampung sekitar 16.250 meter kubik.

Pramono juga mengingatkan pentingnya perawatan fasilitas di kawasan embung agar tetap dapat dimanfaatkan warga dengan baik.

"Problem kita selalu dalam hal perawatan. Sehingga saya minta, karena sudah bagus dan digunakan secara gratis oleh warga, tetapi saya minta perawatannya betul-betul ditangani secara baik," tuturnya.