NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku sedih melihat kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta yang masih tinggi. Meski demikian, dia mengapresiasi adanya perbaikan dalam upaya penanganan penyakit tersebut.

Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri kegiatan Hospital Leadership for TB Elimination dalam rangka Jakarta menuju eliminasi TBC 2030 di Balai Kota Jakarta, Rabu (28/10/2026).

"Terus terang saya tadi menyimak apa yang disampaikan oleh dr Benjamin dan antara gembira tapi sedih. Gembiranya ada perbaikan, peningkatan yang ada, tetapi sedihnya bahwa kok di Jakarta masih begitu-begitu gitu," kata Pramono.

Pramono pun menyampaikan terima kasih kepada Wamenkes RI Benjamin Paulus Octavianus, yang berkomitmen memimpin langsung upaya pemberantasan TBC. Dia berharap penemuan kasus TBC di Jakarta dapat terus ditingkatkan.

Dia juga berharap target eliminasi TBC di Jakarta pada 2030 yang dicanangkan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dapat tercapai. "Maka, saya berterima kasih kepada Pak Wamen yang akan melanjutkan, menuntaskan, memimpin untuk agar temuan TBC di Jakarta ini menjadi semakin banyak ditemukan dan juga mudah-mudahan apa yang diharapkan, direncanakan oleh Ibu Kadis Kes, Bu Ani, untuk 2030 betul-betul eliminasi TBC di Jakarta bisa dilakukan," ujarnya.