Pramono menegaskan Pemprov DKI Jakarta akan memberikan dukungan penuh terhadap upaya Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dalam menanggulangi TBC. Menurutnya, penanganan TBC membutuhkan komitmen jangka panjang.

Dia mengingatkan agar kebijakan yang telah berjalan tidak berubah setiap kali terjadi pergantian pemimpin. "Tentunya ini tidak bisa setengah-setengah, karena salah satu kelemahan kita yang harus kita akui, begitu ganti pemimpin, kebijakannya berubah. Maka, saya berharap dalam hal yang berkaitan dengan eliminasi TBC ini jangan berubah. Di tahun 2030 betul-betul bisa tercapai," ujarnya.

Pramono menilai Jakarta memiliki infrastruktur kesehatan yang memadai untuk mendukung upaya tersebut. Dia menyebut Jakarta memiliki 197 rumah sakit, yang terdiri atas 31 rumah sakit umum daerah (RSUD), serta 44 puskesmas dan 292 puskesmas pembantu.

Dengan fasilitas tersebut, dia meminta seluruh fasilitas kesehatan di Jakarta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menangani TBC. Dia juga menegaskan pelayanan kesehatan di Jakarta harus terbuka bagi semua orang, tidak terbatas pada warga yang memiliki KTP DKI Jakarta.

"Jakarta mempunyai 197 rumah sakit. 31 rumah sakit adalah RSUD, 44 puskesmas, 292 puskesmas pembantu. Sebenarnya infrastrukturnya sudah cukup lengkap dan kuat untuk menangani ini," tuturnya.