Pramono menegaskan penertiban tidak boleh hanya mengandalkan tindakan represif tanpa menyiapkan solusi bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan di kawasan tersebut.

Menurutnya, pendekatan seperti itu justru berpotensi membuat persoalan kembali terulang.

β€œKarena saya meyakini kalau dilakukan dengan kekerasan atau tindakan berlebihan tetapi tidak disiapkan untuk para pedagang atau masyarakat itu tetap bisa mencari periuk nasinya, pasti akan kembali lagi,” jelas Pramono.

Selain penataan kawasan perdagangan, rapat tersebut juga membahas tiga persoalan strategis lainnya, yakni pengendalian banjir, keselamatan pejalan kaki, dan pemenuhan fasilitas pendidikan.

Untuk penanganan banjir, Pemprov DKI Jakarta memutuskan pemasangan turap (sheet pile) dan parapet di Kali Krukut, pengadaan pompa air bergerak, serta kelanjutan pengerukan sedimentasi dan perbaikan saluran mikro.

Penanganan diarahkan pada kawasan rawan genangan, antara lain Karet Tengsin, Petamburan, dan Bendungan Hilir.

Di sektor pendidikan, Pramono mengarahkan pengembangan sekolah negeri terpadu di Kelurahan Petamburan untuk memenuhi kebutuhan sekolah menengah pertama negeri.