Pemerintah Prancis mengumumkan operasi pengamanan berskala besar untuk menjaga situasi demonstrasi pada Sabtu.
Pemerintah menargetkan pengerahan lebih dari 60.000 personel keamanan yang diturunkan di seluruh Prancis selama aksi protes pada 17 Oktober 2026 yang mengakibatkan kerusakan di sejumlah tempat usaha dan bangunan publik.
Menteri Delegasi di Kementerian Dalam Negeri, Jean-Didier Berger, mengatakan pada Kamis (22/10) bahwa jumlah personel keamanan yang dikerahkan pada Sabtu akan 20 persen lebih banyak dibandingkan dengan 17 Oktober 2026.
Personel militer Sentinelle, unit elite GIGN dan RAID, serta petugas polisi antihuru-hara juga diperkirakan akan dikerahkan.
Pihak berwenang telah mengeluarkan sejumlah larangan di wilayah metropolitan Paris. Larangan tersebut mencakup pengangkutan bahan bakar dan gas yang mudah terbakar, membawa perlengkapan pelindung dalam radius 100 meter dari sekolah, serta kepemilikan pelontar kembang api.