Presiden Federasi Nasional Bioskop Prancis (FNCF) Richard Patry mencatat sekitar 20 hingga 30 bioskop terdampak langsung oleh kebijakan jam malam tersebut.
"Tentu saja ini bioskop yang sangat penting, dan tutup lebih awal berdampak nyata. Beberapa orang tidak pergi ke sana karena jam malam. Itu realitasnya," ungkap Patry.
Kondisi terbaru, Prancis bersiap kerahkan 70 ribu polisi untuk mengamankan aksi protes yang bakal berlangsung pada Sabtu (24/10) waktu setempat.
Gelombang demonstrasi baru diperkirakan terjadi di seluruh Prancis pada Sabtu. Di Orleans, diprediksi sekitar 20 ribu hingga 30 ribu orang akan turun ke jalan. Namun, unjuk rasa dilarang digelar di pusat kota.
Sementara di kota Lyon, aksi protes juga tak boleh digelar di area pusat kota. Di Paris, pengunjuk rasa hanya diizinkan untuk berpawai di rute terbatas antara alun-alun Bastille dan Nation di bagian timur.
Berbagai pembatasan dan penurunan personel kepolisian tersebut menuai kritik. Amnesty International mengecamnya sebagai 'kemerosotan menuju praktik otoriter'. Alih-alih mengamankan, Amnesty berpendapat, langkah tersebut justru berisiko membuat aksi protes berlangsung ricuh.