Nasional
HALAMAN 2 DARI 3
Prancis tahan lebih 2.500 orang usai aksi unjuk rasa berakhir ricuh
Lebih dari 2.500 orang ditahan dan dibawa ke kantor polisi di Prancis setelah kerusuhan pecah saat demonstrasi pada akhir pekan lalu, kata Menteri Dalam Negeri Pran
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 09:50 WIB
• ⏱ 1 menit baca
Aksi unjuk rasa besar-besaran yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup dan penurunan standar pendidikan meningkat berubah menjadi bentrokan dengan polisi di Prancis pada Sabtu (17/10).
Di Kota Limoges, para perusuh membakar gedung balai kota bersejarah. Sejumlah gedung pemerintahan di Marseille dan kota-kota lainnya juga menjadi sasaran serangan.
Para penjarah mengobrak-abrik toko, memecahkan kaca etalase, dan membawa kabur barang dagangan, termasuk produk dari butik merek mewah, terutama di Paris dan Marseille.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.