NADIKABAR.COM — Otoritas Prancis dalam status waspada tinggi menjelang unjuk rasa nasional yang direncanakan akan digelar pada Sabtu (24/10) besok. Unjuk rasa ini menyusul aksi protes serupa pekan lalu yang berujung kerusuhan.
"Kita berada pada level kewaspadaan maksimum," tegas Menteri delegasi Prancis untuk Kementerian Dalam Negeri, Jean-Didier Berger, saat berbicara kepada televisi terkemuka BFMTV, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (23/10/2026).
Berger mengatakan bahwa pemerintah "sama sekali tidak menutup kemungkinan apa pun dalam beberapa hari dan minggu ke depan" jika dianggap perlu untuk melarang digelarnya pertemuan atau acara budaya dan olahraga.
Dia juga menyatakan bahwa pengerahan pasukan keamanan pada Sabtu (24/10) besok akan "20 persen lebih banyak" dibandingkan pada 17 Oktober lalu, saat berlangsung demo rusuh yang diwarnai aksi pembakaran dan penjarahan massal di Prancis.
"Kita telah membatalkan cuti. Kita telah memanggil kembali para personel yang seharusnya sedang cuti, dan kini mereka tidak lagi mengambil cuti tersebut," ucap Berger dalam pernyataannya.
Sebagai bagian pengamanan untuk Sabtu (24/10) besok, pasukan elite Prancis dari Operation Sentinelle, GIGN, dan RAID juga akan dikerahkan.