Ancaman karhutla juga dilaporkan terjadi di Kalimantan Tengah. Di Palangka Raya, kabut asap pekat sempat menyebabkan jarak pandang turun hingga sekitar 100 meter. Kualitas udara pun dilaporkan mencapai kategori berbahaya.
Asap kebakaran tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat. Keluhan mata perih, tenggorokan sakit, hingga gangguan pernapasan menjadi perhatian, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Kebakaran di lahan gambut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Api dapat menjalar di bawah permukaan tanah sehingga sulit dipadamkan sepenuhnya. Meski api di permukaan terlihat padam, bara yang masih tersimpan berpotensi memicu kebakaran kembali.
Di tengah ancaman kebakaran dan kabut asap, tagar #PrayforKalimantan menjadi simbol kepedulian terhadap masyarakat terdampak.