Selain itu, terdapat tiga bidang kepemudaan yang menjadi perhatian, yakni kepemimpinan, kewirausahaan dan kepeloporan. Ketiganya diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda Buleleng untuk semakin banyak berkiprah dalam pembangunan.

Dalam dialog tersebut turut disinggung persoalan anak tidak sekolah. Surya Bharata mengatakan, penanganan anak tidak sekolah tidak dapat dibebankan hanya kepada Dinas Pendidikan, tetapi membutuhkan gerakan bersama.

Disdikpora saat ini masih melakukan identifikasi anak tidak sekolah dan tengah menyiapkan alur penanganan yang melibatkan sejumlah sistem dan program yang telah berjalan.

Di antaranya Posko DO, Sistem Informasi Edukasi Anak Usia Sekolah dengan Kebutuhan Khusus (Si Ulet), serta operasional sekolah kesetaraan. Ke depan, ruang kontribusi bagi pemuda juga akan dimasukkan dalam sistem tersebut.

"Bukan masalah di pendidikan di Dinas Pendidikan saja, tapi ini menjadikan upaya kita bersama bagaimana nantinya program Wajib Belajar 13 Tahun ini bisa dirasakan manfaatnya untuk seluruh warga masyarakat," kata Surya Bharata.