NADIKABAR.COM — Presiden Iran Masoud Pezeshkian dituduh merencanakan pembunuhan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pezeshkian membantah tuduhan tersebut.
Senin (28/9/2026), Pezeshkian sempat menjawab pertanyaan dari sekelompok wartawan di New York, tempat ia berkunjung di bawah perlindungan Dinas Rahasia AS (US Secret Service), meskipun ia adalah pemimpin negara yang sedang berperang dengan Amerika Serikat.
Dalam sesi yang membahas berbagai topik tersebut, sehari setelah berpidato di Majelis Umum PBB, Pezeshkian mengulangi posisi khas Iran terkait perang, program nuklirnya, dan penentangan politik di Iran. Ia juga membicarakan dampak sanksi terhadap rakyat Iran, serta mengklaim bahwa Iran tidak akan pernah mencoba membunuh Donald Trump-meskipun presiden dan otoritas AS menuduh rezim tersebut merencanakan pembunuhannya.
Pernyataan tersebut disampaikan di Hotel Millennium Hilton, yang berada sangat dekat dengan markas besar PBB, tempat Presiden Iran pada hari Rabu (23/9) lalu menyatakan bahwa negaranya "tidak akan tunduk" seiring berlarut-larutnya perang dengan AS.