Dalam pengarahan pers tersebut, Pezeshkian juga menggambarkan pertemuan terbaru yang diadakannya dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, yang belum pernah terlihat di publik sejak awal perang, dan menyatakan bahwa sang pemimpin "cukup sehat."
Berbicara tentang kondisi Khamenei, Pezeshkian berkata, "Saya tidak melihat masalah besar pada kesehatan atau penampilan fisiknya," seraya menambahkan bahwa pertemuan tatap muka terbaru mereka berlangsung sekitar satu bulan lalu dan berjalan selama kurang lebih tujuh jam.
Pezeshkian mengatakan keduanya duduk di atas bantal di lantai dan berdiri untuk berjalan-jalan selama pertemuan tersebut. Intelijen AS menilai bahwa terlepas dari luka-lukanya, Khamenei masih memainkan peran krusial dalam merumuskan strategi perang bersama para pejabat senior Iran, menurut beberapa sumber yang memahami laporan intelijen tersebut pada bulan Mei.
Dalam pengarahan tersebut, Pezeshkian juga membantah tuduhan bahwa Iran berusaha membunuh Donald Trump. "Tidak pernah menjadi posisi (pemerintah Iran), secara terbuka maupun tersembunyi, untuk berusaha membunuh Trump atau anggota keluarganya," imbuh dia.