"Ketika kita bisa menyelesaikan masalah melalui dialog, kita seharusnya tidak saling membunuh. Namun, akibat penghasutan yang dilakukan Israel, mereka memaksakan perang ini kepada kita," kata Pezeshkian dalam wawancara yang diterjemahkan oleh Fox News, seperti dilansir AFP, Jumat (25/9/2026).
"Akan tetapi, kami tidak ingin melanjutkannya (perang-red). Amerika-lah yang harus memilih apakah mereka ingin mengakhirinya atau tidak," cetus Presiden Iran tersebut.
Pezeshkian menegaskan bahwa Iran sudah siap mencapai kesepakatan dengan Trump untuk mengakhiri konflik. Dia merujuk pada nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang secara permanen, yang diteken pemimpin Iran dan AS pada Juni lalu.