"Mengapa mereka memilih untuk membatalkannya hanya dalam waktu dua minggu setelah penandatanganan kesepakatan?" ujarnya.
"Jika pemerintah Amerika saat ini ingin mencapai kesepakatan dalam kerangka hukum internasional, silakan saja. Jika tidak, baik sebelum maupun sesudah pemilu (pemilu sela AS-red), apa bedanya bagi kami?" imbuh Pezeshkian dalam wawancara tersebut.
Di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi melakukan pertemuan terbaru dengan Utusan Khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan penasihat juga menantu Trump, Jared Kushner. Pertemuan tersebut tidak langsung menghasilkan terobosan.