Presiden Iran itu juga menolak tekanan yang bertujuan memaksa Teheran untuk menyerah di luar kerangka hukum internasional.

"Dan saat ini, tekanan yang terus mereka berikan kepada kami bertujuan memaksa kami untuk menyerah di luar kerangka hukum internasional, itu adalah sesuatu yang mustahil," ucapnya.

Perang yang berkecamuk sejak akhir Februari lalu, yang diawali oleh serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran, terus berlarut-larut meskipun sempat diwarnai gencatan senjata rapuh. Pada Juni lalu, kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang secara permanen.

Namun MoU itu kolaps setelah kedua negara saling menuduh adanya pelanggaran. Pertempuran pun kembali berkobar, dengan AS dan Iran saling melancarkan serangan. Perselisihan sengit memperebutkan kendali atas Selat Hormuz semakin memperburuk situasi konflik dan mempersulit upaya diplomasi.

Ditanya mengenai negosiasi terbaru, yang dilakukan secara tidak langsung, antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff di sela-sela Sidang Umum PBB, Pezeshkian menegaskan posisi Teheran tetap berlandaskan hukum internasional.