"Dengan musuh yang setiap hari melakukan pembunuhan, sanksi, tekanan dan ancaman, serta melanggar komitmennya, negosiasi menjadi tidak bermakna," ujarnya.
Perang di Timur Tengah dimulai pada akhir Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan mendadak terhadap Iran. Serangan itu terjadi saat Washington dan Teheran tengah melakukan perundingan mengenai program nuklir Iran.
Kedua pihak sempat menyepakati memorandum of understanding (MoU) pada Juni yang memuat kerangka penyelesaian permanen konflik. Namun, situasi kembali memburuk setelah Iran melakukan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.