NADIKABAR.COM — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali mengucurkan bantuan presiden (banpres) tahap dua sebesar Rp40 miliar untuk membantu percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi.

"Total Rp125 miliar (telah) diberikan atas perhatian Bapak Presiden kepada masyarakat Jambi di luar anggaran APBN lainnya," kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Jambi, Selasa.

Raja Juli menambahkan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian presiden terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan di Jambi.

Untuk tahap pertama telah disalurkan sebesar Rp85 miliar yang menjangkau tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, sementara tahap kedua kembali dikucurkan sebesar Rp40 miliar.

Terkait peristiwa di Jambi, Menhut menjelaskan bahwa berdasarkan peninjauan satelit di Sipongi, tingkat keyakinan titik panas (hotspot) sudah tidak ada, meskipun hasil pengecekan langsung di darat masih mendapati dua titik yang terpantau di kabupaten/kota.

Ia menjelaskan, pemerintah melalui BMKG memprediksi hujan masih berpotensi mengguyur Jambi hingga dua November mendatang. Momentum itu akan dimanfaatkan dengan maksimal untuk melakukan pembasahan secara alami.

Setelah itu, tim satuan tugas (satgas) akan menyiapkan program patroli skala besar untuk memastikan tidak muncul titik api baru.

Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan apresiasi atas bantuan presiden tahap dua yang dinilai sangat membantu percepatan penanganan karhutla di wilayahnya.

Menurut dia, kehadiran dan perhatian dari pemerintah pusat melalui bantuan tersebut membuat penanganan karhutla menjadi jauh lebih terkoordinasi dan efektif di lapangan.

​"Alhamdulillah, dengan adanya bantuan presiden pada kami, saya ingatkan tidak ada lagi keragu-raguan rekan-rekan bekerja," kata Al Haris.

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya tim di lapangan sempat menemui sejumlah kendala, khususnya terkait keterbatasan alat serta biaya operasional dalam menjangkau titik-titik api.

Namun, dengan dukungan dari pemerintah pusat, TNI, Polri, BNPB, Manggala Agni, serta masyarakat, kendala tersebut saat ini dapat teratasi.

Dari data Satgas Karhutla Jambi per 1 Januari hingga 26 Oktober 2026 luas kebakaran tercatat di angka 5.106,29 hektare.

"Tinggal kita bekerja memastikan bahwa api di Jambi tidak ada lagi, berkat dukungan semua pihak api di Jambi sudah mulai landai hari ini," jelasnya.