"Kami akan melakukan hal yang sama dengan serikat pekerja dan organisasi pengusaha, sehingga situasi ini diharapkan dapat berangsur-angsur kembali normal, dengan sikap saling menghormati," tambah Macron.
Macron mengakui bahwa jumlah aparat keamanan yang dikerahkan pada aksi protes pada 17 Oktober tidak memadai dan peristiwa tersebut "tidak diantisipasi sebelumnya."
"Kami tidak mengantisipasi bahwa begitu banyak kelompok sayap kiri radikal akan melakukan mobilisasi sejak pagi sekali, dengan cara yang tidak lazim," kata Macron.
"Kami juga tidak mengantisipasi bahwa, selain mobilisasi kelompok sayap kiri radikal tersebut, sejumlah elemen kriminal turut bergabung. Akibatnya, jumlah personel kepolisian yang dikerahkan tidak mencukupi," jelas dia.
Macron mencatat bahwa pihak berwenang saat ini tetap menjaga tatanan Republik dan ketertiban umum tanpa menetapkan status darurat.