Dia menepis kritik karena tidak memberlakukan langkah tersebut dan menegaskan kembali bahwa pihak berwenang bertindak dengan tegas dan seksama.
Macron mengatakan media sosial turut berperan dalam mobilisasi tersebut, dan mengatakan; "media sosial merusak demokrasi kita karena memicu polarisasi, serta menciptakan semacam guncangan dan kelumpuhan saat menghadapi adegan-adegan kekerasan."
"Hal tersebut digunakan, khususnya pada 17 Oktober, untuk mengajak pemuda maupun orang yang lebih tua ke sejumlah lokasi terjadinya tindak kriminal, serangan, dan penjarahan, karena kekerasan di media sosial ditampilkan dengan cara yang membuatnya tampak tidak nyata," tegas dia.
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia