NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto mengatakan kebangkitan bangsa Indonesia kerap mendapat gangguan dari berbagai pihak asing yang mengincar kekayaan Nusantara.

"Saudara-saudara, kita diserang. Bangsa Indonesia selalu kalau bangkit, bangsa Indonesia diserang dengan keras," kata Presiden Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu.

Dia mengatakan ada beberapa bangsa yang tidak berkenan dengan terbentuknya bangsa Indonesia. Bahkan menurutnya sejak kelahirannya ada beberapa pihak yang mengganggu Indonesia.

Data sejarah memperlihatkan bahwa Indonesia kerap menjadi sasaran sejumlah pihak yang ingin mengambil kekayaan alamnya.

Menghadapi hal itu, Kepala Negara menegaskan tidak akan menghadapi aksi-aksi itu dengan naif atau bahkan berusaha menyenangkan pihak lain. Pendekatan itu diambil untuk mencegah kekayaan negara diambil oleh pihak asing.

Beberapa contoh yang disorot Presiden adalah penyelundupan, baik yang ke dalam seperti narkotika untuk melemahkan bangsa maupun yang keluar dalam bentuk sumber daya alam.

"Kita harus bertahan, kita harus menyelamatkan kekayaan kita, kekayaan kita, sumber alam kita itu adalah ibarat darah kita. Kalau darah kita bocor terus tidak mungkin badan kita selamat. Saudara-saudara sekalian, kita berada dalam kondisi harus survive," kata Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kabinet Merah Putih karena kerja keras dan kekompakan dalam dua tahun pemerintahannya.

Prabowo menilai para menteri dan anggota kabinet merupakan para putra dan putri terbaik bangsa yang telah bekerja keras serta memberikan kinerja membanggakan dalam menjalankan amanah dari rakyat.

Sidang Kabinet Paripurna itu mengambil tema "2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri 2026" dan dihadiri oleh jajaran Kabinet Merah Putih, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.