Al-Sharaa, mantan pejuang yang berafiliasi dengan kelompok bersenjata al-Nusra Front di Suriah, naik takhta pada tahun 2024 setelah menggulingkan rezim Bashar al-Assad.
Dalam pidato yang berlangsung sekitar 10 menit itu, al-Sharaa juga menyinggung soal pemulangan sekitar 3,5 juta pengungsi dan orang-orang terlantar secara "aman dan layak", setelah konflik tersebut memicu krisis pengungsi yang membebani negara-negara tetangga dan memicu sentimen permusuhan yang terus berlanjut terhadap para migran di sejumlah negara Barat.
Ini adalah pidato kedua presiden Suriah di hadapan Majelis Umum PBB setelah pidatonya tahun lalu.