Setelah lama dikucilkan dunia internasional, Suriah di bawah kepemimpinan barunya kini berupaya menarik investasi dan dukungan politik internasional, bahkan di saat tetangganya yang didukung Amerika Serikat, Israel, mempererat hubungan dengan faksi-faksi bersenjata dari kelompok minoritas Druze di Suriah.
Al-Sharaa mendesak masyarakat internasional untuk berkomitmen pada perjanjian tahun 1974 yang membentuk zona pemisahan di bawah pengawasan PBB antara pasukan Israel dan Suriah, serta menuntut agar Israel menarik diri dari Dataran Tinggi Golan yang didudukinya.
Pada bulan Juli, dalam kunjungan pertama kepala PBB ke Damaskus sejak tahun 2009, Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menegaskan kembali bahwa wilayah tersebut adalah wilayah Suriah, seraya menyebut pendudukan Israel sebagai hal yang "sama sekali tidak dapat diterima".