Xi menegaskan bahwa China dan AS perlu memperkuat komunikasi karena keduanya memiliki kepentingan nasional yang berbeda, namun melalui dialog yang terbuka, mendalam, dan berkelanjutan, kedua negara dapat saling memahami, mencari titik temu, mengesampingkan perbedaan, serta membangun rasa saling percaya.

"Presiden Trump dan saya saling menghormati satu sama lain. Kami telah membangun hubungan pribadi yang baik dan terus menjalin komunikasi. Kami mendorong instansi pemerintah baik yang membidangi urusan luar negeri, ekonomi, kerja sama keuangan, penegakan hukum, dan pertukaran antarwarga untuk semakin memperkuat interaksi, serta mendukung badan legislatif kedua negara dalam meningkatkan pertukaran," jelas Xi.

Xi juga meminta agar China dan AS bekerja sama dengan ketulusan karena kepentingan China dan AS saling terkait erat, dan terdapat peluang besar bagi kita untuk bekerja sama.

"Kerja sama China-AS mungkin tidak dapat menyelesaikan setiap masalah di dunia. Namun, tanpa kerja sama kita, akan sulit untuk mengatasi berbagai persoalan dunia," tambah Xi.

Menurut Xi, China senantiasa membuka pintu lebar-lebar serta menyambut perusahaan-perusahaan AS yang ingin berinvestasi dan menjalankan bisnis di sana.

"Kami berharap perusahaan-perusahaan China juga diperlakukan secara adil di AS. Dengan bekerja sama, kita dapat memperpanjang daftar kerja sama dan memperpendek daftar permasalahan," ungkap Xi.

Secara khusus, Xi juga membahas soal kecerdasan buatan (AI) karena ia menilai China dan AS sama-sama punya kemampuan di bidang tersebut sekaligus tanggung jawab untuk mengembangkan dan mengelola AI demi tujuan yang baik, serta memastikan bahwa pengembangan AI senantiasa berada di bawah kendali manusia dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.