Selain itu Xi mendukung upaya pemberantasan narkoba dan penegakan hukum oleh AS dan menegaskan China bersedia memperkuat kerja sama dengan AS untuk bidang tersebut dan dapat menambah penerbangan langsung guna memfasilitasi perjalanan dan perdagangan dua arah.

"Kita harus hidup berdampingan secara damai. Kita tidak perlu menghindari pembicaraan mengenai persaingan, tapi persaingan tersebut haruslah sehat dan tetap dalam batasan yang wajar. Persaingan ini hendaknya menjadi ajang saling mengejar kemajuan, bukan pergulatan yang hanya mengenal pemenang dan pihak yang kalah," jelas Xi.

China dan AS, kata Xi, harus memegang teguh prinsip untuk tidak berkonflik maupun berkonfrontasi.

"Kita pasti dapat menemukan jalan yang tepat bagi kedua negara besar ini untuk hidup rukun di planet yang kita sebut sebagai rumah bersama ini. Angkatan bersenjata kedua negara perlu memelihara dialog rutin serta menyempurnakan mekanisme komunikasi dan pencegahan krisis sehingga 'Thucydides Trap' pun dapat diatasi," ungkap Xi.

Xi menyebut, pada masa Perang Dunia II, rakyat China dan AS berjuang bahu-membahu melawan agresi fasis dan rakyat China tidak pernah melupakan bagian sejarah tersebut.

"Harapan bagi hubungan China-AS terletak pada rakyat kita, dan masa depannya berada di tangan generasi muda. Saya dengan gembira mengumumkan undangan bagi 100.000 pemuda Amerika untuk mengunjungi China guna mengikuti program pertukaran dan studi dalam kurun waktu lima tahun mendatang," tegas Xi.

Setelah berpidato, Xi Jinping dan Peng Liyuan menyaksikan pertunjukan Korps Marinir didampingi Presiden Trump dan Melania, kemudian mereka bersama-sama menuju Rose Garden di Gedung Putih untuk meninjau pasukan kehormatan. Korps musik militer ikut mengiringi prosesi tersebut dan pesawat tempur juga melintas di atas Gedung Putih sebagai bentuk penghormatan.