NADIKABAR.COM — Irjen Dekananto Eko Purwono bukan sosok baru bagi masyarakat Jawa Timur. Sebelum menjabat Kapolda Jawa Timur, jenderal polisi asal Bojonegoro itu pernah mengemban tugas sebagai Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Jatim dengan langkah yang paling menonjol penertiban ratusan tugu perguruan pencak silat di Jawa Timur.
Tercatat sebanyak 686 tugu silat dibongkar dan dialihfungsikan menjadi Tugu Pancasila. Program tersebut menjadi upaya untuk meredam potensi gesekan antarkelompok perguruan silat yang selama ini menjadi salah satu persoalan keamanan di sejumlah daerah di Jatim.
Saat itu, Dekananto bersama jajaran Forkopimda Jatim menginisiasi koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, IPSI, serta perwakilan perguruan pencak silat. Hasil koordinasi tersebut menghasilkan kesepakatan penertiban tugu perguruan silat, terutama yang berdiri di atas fasilitas umum dan tanah milik negara.
Dekananto sempat menjelaskan bahwa keberadaan tugu perguruan silat menjadi salah satu persoalan yang dibahas dalam rapat koordinasi di Mapolda Jatim pada 26 Juni 2023.
Dalam rapat tersebut, sejumlah pihak mengidentifikasi berbagai faktor yang berpotensi memicu konflik antar perguruan. Salah satunya keberadaan tugu yang berada di fasilitas umum dan dianggap mencitrakan suatu wilayah sebagai identitas perguruan tertentu.