NADIKABAR.COM — Polisi mengungkap, pria yang membawa kabur bocah asal Semarang diduga juga melakukan kekerasan seksual. Bocah SD itu disebut dibawa kabur dari Semarang ke Kudus, Boyolali, hingga Banyumas.
"Kami menyarankan visum karena sudah dibawa lari empat hari. Dari hasil visum, diduga ada tanda-tanda kekerasan seksual. Kemudian dilimpahkan ke kami PPA PPO Polrestabes Semarang," ungkap Kasat PPA PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti saat dihubungi NadiKabar, Jumat (11/9/2026).
Sriniti menyampaikan, awalnya orang tua korban melaporkan anaknya hilang ke Polsek Candisari, Senin (7/9).
"Hari Minggu itu ada laporan anak hilang, dan Hari Senin orang tuanya ke Polsek Candisari. Dan ada berita kehilangan juga di media sosial," kata Sriniti.
Ia menyebut, warga sempat menghubungi nomor yang tertera di poster kehilangan pada Kamis (10/9) yang mengungkap keberadaan korban. Usai mendapat informasi, orang tua korban bersama pihak kepolisian mendatangi lokasi.
"Warga menghubungi nomor yang di poster, memberitahukan kalau anak yang hilang sama laki-laki itu di wilayah Banyumanik. Kemudian orang tuanya datang, itu hampir diamuk massa," ucapnya.
"Saat kami amankan sih sudah ada beberapa luka, bekas goresan. Informasinya sudah sempat diamuk massa," lanjut Sriniti.
Sriniti menceritakan, berdasarkan keterangan korban dan pria tersebut, keduanya diketahui telah berkomunikasi sebelum pertemuan. Namun, masih terdapat perbedaan keterangan mengenai bagaimana pertemuan itu bermula.
"Korban menyampaikan kalau memang hari Minggu janjian, yang janjian temannya yang menggunakan WhatsApp dengan nomor milik korban, katanya WA-nya dipinjam," tuturnya.