"Diajak ketemuan di gang pada Minggu malam, katanya 'nanti ada temanku sama yang lainnya yang jemput'. Jalanlah si korban di gang tanpa pamit orang tuanya," lanjutnya.

Saat korban tiba di lokasi, sudah ada pria tersebut bersama sejumlah orang lainnya. Korban kemudian ikut bersama pria tersebut menggunakan sepeda motor hingga ke sekitar Kecamatan Genuk.

"Dari Genuk, terus sampai ke Kudus, Boyolali, dan Banyumanik. Kadang nginep di masjid, di rumah teman atau saudara si pelaku," jelasnya.

Polisi juga mendalami keterangan korban yang menyebut dirinya sempat ingin pulang ketika berada di Kudus. Namun, korban mengaku ditakut-takuti akan ditinggalkan sehingga akhirnya mengikuti pria tersebut.

"Selama di Kudus itu sudah mau pulang. Tapi menurut keterangan korban, korban itu ditakut-takuti nanti mau ditinggal. Akhirnya korban nurut," ungkapnya.

Sriniti juga mengaku masih mendalami hubungan tim redaksi korban dengan pria tersebut. Sebab, berdasarkan pemeriksaan sementara, keduanya sebelumnya hanya berkomunikasi melalui pesan dan telepon.

"Menurut keterangan korban dia nggak kenal. Yang kenal itu temannya. Sebelumnya pelaku ini chat-chat-an, katanya sama korban telepon-teleponan juga, tapi ketemu langsung itu baru kemarin," katanya.

"Jadi bukti formil yang kita dapat, chat-chatannya nomor korban sama si pelaku. Cuma si korban itu yang pakai nomornya temannya. Itu temannya karena baru tadi malam diserahin, hari ini kita dalami," lanjutnya.