"Kakak kandung korban menyadari adiknya tidak ada sehingga langsung mencari di sekeliling rumah, lalu didapati senter di dekat sumur dan timba air berada di dasar sumur. Kakak korban mencurigai adiknya masuk sumur karena memiliki gangguan epilepsi. Kakak korban meminta bantuan tetangga dan melaporkan ke perangkat desa setempat lalu menghubungi Damkar Kuningan untuk penanganan," tutur Arga, Kamis (20/8/2026).

Mendapatkan laporan tersebut, Damkar Kuningan langsung menerjunkan 7 anggotanya ke lokasi kejadian. Sesampainya di sana, korban masih berada di dalam sumur. Sumur yang terlalu dalam serta sempit membuat petugas sempat mengalami kesulitan untuk mengevakuasi korban.

Namun, setelah berjibaku selama 1 jam lebih dengan menggunakan tali yang dipasangkan ke tubuh korban. Akhirnya, korban berhasil dievakuasi ke atas, namun dalam kondisi meninggal dunia. Menurutnya, korban diduga meninggal dunia karena terjatuh lalu tenggelam saat mengambil air di dalam sumur.