Setelah diusut lebih lanjut, riwayat kebiasaan mengunyah tembakau milik Ram diduga menjadi biang kerok utama di balik kondisi darurat tersebut.
Penyumbatan fatal tersebut berdampak langsung pada kinerja organ vitalnya. Kemampuan pompa jantung Ram sempat merosot drastis dari normalnya 60 persen menjadi hanya 30 persen, diiringi tekanan darah yang amat rendah.
Tim medis segera mengambil tindakan emergency angioplasty dan pemasangan ring (stent). Hal ini dilakukan untuk membuka kembali aliran darah yang tersumbat total.
Kondisinya perlahan membaik hingga diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan intensif di ICU dan ruang rawat inap. Ram sendiri mengaku sama sekali tidak menyangka akan mengalami hal mengerikan ini di usia yang masih sangat belia.
"Diberi tahu di usia baru 26 tahun bahwa saya kena serangan jantung adalah sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan. Pengalaman ini menyadarkan saya betapa pentingnya menjaga kesehatan dan berhenti total dari tembakau," aku Ram.