Dr Punya Pratap menyoroti tren fenomena ini di kalangan Gen Z. Meski dikenal sebagai generasi yang aware dengan gaya hidup sehat, masih banyak anak muda yang acuh dan meremehkan dampak nyata bahaya tembakau.
"Riwayat mengunyah tembakau pada pasien ini sangat memprihatinkan, karena anak muda sering kali meremehkan efek tembakau dan merasa tidak punya masalah kesehatan lainnya. Kasus ini jadi pengingat bahwa usia muda bukanlah tameng pelindung dari serangan jantung," tegas Dr Punya Pratap.
"Seseorang mungkin tahu tembakau itu berbahaya, tapi tetap menggunakannya karena merasa dampak buruknya baru terjadi di usia tua. Sayangnya, kasus ini membuktikan jantung tidak selalu menunggu tua untuk memberi peringatan," sambungnya.
CEO Gleneagles Hospital Mumbai, Dr Bipin Chevale, pun mengingatkan agar generasi muda tidak pernah mengabaikan sinyal bahaya yang dikirimkan oleh tubuh.
"Usia muda jangan sampai membuat kita mengabaikan tanda-tanda peringatan pada jantung. Waktu terbaik untuk melindungi organ jantung adalah jauh sebelum serangan pertama itu datang," imbaunya.