"Penangkapan di lapangan voli. Terus diinterogasi akhirnya mengaku, terus dibawa ke Semarang. Ada perangkat desa untuk menyaksikan juga," jelas Gembong.

"Menurut keterangan personel, nggak ada perlawanan, dia kooperatif. Kita hanya sebatas mendampingi, karena penangkapannya di Banjarejo, karena polisi pakai baju preman semua (tanpa seragam)," bebernya.

Sebelum penangkapan, polisi pun telah mengantongi identitas dan data pelaku. Dari hasil temuan petunjuk di lapangan pelaku pembunuhan mengarah ke pemuda asal Blora berinisial MVDA.

"Rumah pastinya itu belakang Masjid Banjarejo. Dia yang saya dengar itu pekerja di Semarang," ucapnya.

Setelah diamankan, MDVA kemudian dibawa oleh tim gabungan ke Polres Semarang untuk dimintai keterangan.

"Awalnya kan untuk dimintai keterangan sebagai saksi, makanya kan bukan penangkapan, tapi mengamankan. Kan hanya dimintai keterangan saja, terus dikembangkan akhirnya jadi pembunuhan," jelasnya.