Masjid Warragul dibuka pada 2025, setelah jemaat Uniting Church pindah ke lokasi baru yang lebih besar dua dekade silam. Masjid ini disebut sebagai ruang terbuka dan inklusif yang menyediakan tempat ibadah serta wadah berkumpul bagi komunitas muslim yang semakin berkembang di wilayah itu.
Wakil Ketua Komite Masjid Warragul, Mansoor Shamsi mengungkapkan sebelumnya masjid Warragul pernah jadi sasaran aksi vandalisme dan coretan grafiti.
"Sayangnya, saya tidak merasa kaget ataupun terkejut. Kami berada dalam dilema: di satu sisi tidak ingin memberi panggung pada sesuatu yang seharusnya tidak mendapat perhatian karena bersumber dari ketidaktahuan, kebencian dan ketakutan. Namun di saat yang sama, kami juga merasa bertanggung jawab untuk menyuarakan kecaman terhadap hal tersebut," tegasnya.
"Kami tidak hadir di sini untuk mengambil alih gereja, kami tidak hadir di sini untuk mengambil alih keyakinan orang lain atau merongrong iman orang lain," ujarnya.
"Komunitas ini cukup tangguh. Komunitas muslim sudah terbiasa menghadapi serangan Islamofobia dan kebencian anti-muslim," imbuh Mohideen.
Mansoor Shamsi mengatakan bahwa Masjid Warragul telah mendapat dukungan yang "luar biasa besar" dari masyarakat luas.